SELAMAT DATANG PARA PECINTA SENI DAN SASTRA

hidupkan dunia Seni dan Sastra dalam jiwamu OX ! ?

Selasa, 15 Desember 2009

Nyanyian Jerami-jerami keriput

Cerita ini bukan hanya kudengar dalam lirik nyanyian-nyanyian jerami keriput itu
Tapi kulihat sendiri dengan mata kesadaran
Di antara rukuk-rukuk jerami penopang kehidupan
Di tengah kubangan-kubangan lumpur yang lunak dan menjijikkan

Para petani itu memanggang punggung telanjang dada
Memeras sisa-sisa keringat hari kemarin di bawah sengat sang surya
Menanam kaki di depan mulut lubang-lubang ular berbisa
Dan kita yang akhirnya menikmati hasilnya

Seharusnya mereka yang lebih kaya
Dibanding para cukong yang hanya duduk santai berselimut asap cerutu
Seharusnya mereka penunggang merci buatan Itali
Dan menikmati secangkir kopi dengan sang istri sambil menonton acara televise

Tapi mengapa sampai akhir usia
Cangkul berkarat itu masih bertengger di atas bahu
Dan hanya jerami-jerami keriput itu yang mampu menyanyikan bait-bait syair tentangnya
Robitul Wafa, 13 Desembar 2009

Rabu, 09 Desember 2009

Wajar


Aku adalah manusia biasa
Yang tercipta dengan segala keterbatasanku
Tak sama seperti malaikat
Yang memiliki seribu sayap

Wajar
Jika kalian selalu menipu aku
Aku juga tak akan tau semua gerak gerikmu di belakangku
Semua itu seakan urusan pribadimu
Dan bagimu aku tak perlu tau

Wajar
Jika sebenarnya aku hanya mengusik ketenanganmu
Karena bagimu aku hanya hama perusak

Wajar
Bila aku tak bisa memberimu kebahagiaan
Dan sebenarnya kalian lebih memilih yang lain
Sebab aku bukan manusia bertahta
Dan mereka lebih bergelimang dengan harta

Wajar dan sangat wajar
Jika akhirnya aku hanya bisa merasakan sakit hati
Karena aku sudah terlalu lancang merasuk dan terlibat dalam ceritamu (Jogja, 18, 11, ’09)

Tak Biasa

Semua seakan tampak biasa saja di mata mereka
Matahari terbit dari timur dan terbenam di ufuk barat
Burung-burung berkicauan manyambut datangnya pagi
Dan kelelawar mulai berterbangan ketika senja tiba

Itu kebiasaan alam mengikuti jalur takdir
Bagaimanapun kalian tak akan dapat merubahnya
Itu bagian dari sekenario Tuhan yang tak dapat dihapuskan

Tapi ada yang tak biasa dari kisah cintaku
Aku merangakainya dengan seorang wanita yang luar biasa
Berjiwa sederhana dan apa adanya
Meski terkadang bertingkah manja

Terkadang aku terlalu bermimpi jauh tentangnya
Menjadikannya wanita yang akan mengasuh anak-anakku mengenal Tuhan dan mempelajari ajaran agama
Aku juga tak tau tentang apa mimpinya denganku nanti

Aku selalu berharap ini kisah pertama dan terakhirku mengenal cinta
Aku selalu berangan-angan dialah wanita yang akan kubawa pulang dari kota ini
Jikapun tidak
Biarkan bumi yang akan membawaku menemui Tuhanku
Jogja ,19, 11, ‘09