SELAMAT DATANG PARA PECINTA SENI DAN SASTRA

hidupkan dunia Seni dan Sastra dalam jiwamu OX ! ?

Senin, 14 November 2011

Sajak Anak Jalanan

Di sepanjang pembatas jalan kusaksikan berderet wajah-wajah kuyu
Wajah-wajah yang yang menjelma bagai rambu-rambu
Wajah yang tersenyum layu hingga menangis tersedu-sedu
Itu kah aku ?

Mereka semaunya mencoreng wajahku dengan mulut-mulut kotor
Mengabaikan adaku diantara mereka
Seperti onggokan-onggokan sampah yang terjepit diselokan
Dan dilumuri lumpur-lumpur comberan sekeliling kota

Mereka terlampau angkuh meletakkan diri sendiri
Merasa seumpama raja diraja dalam kecamuk kekuasaan
Padahal merekalah budak-budak yang terbelenggu oleh ketakutan
Sebab telaga kehinaan telah menunggu nasib-nasib mereka bermuara di sana.
Yogyakarta, 27 Juli 2011

Kamis, 07 April 2011

Kusebut Engkau Ibu Pertiwi

Kusebut engkau ibu pertiwi
bermula hutan rimba dan tahta para raja
yang tertanam di sepanjang telaga kehidupanmu
hingga menjelmalah tonggak-tonggak penantang cakrawala
dan para penguasa yang congkak mengeruhkan warna darah sucimu

Rambutmu yang dulu tergerai basah terkulum rempah
kini telah mengering terurai lemah
menjuntai dan terserak lusuh
tanpa sebait syair pun memuji keindahanmu
yang telah menghilang, entah kemana perginya.

Engkaukah yang nampak terduduk resah di sudut kota sana
air matamu sudah biru membeku
berbaur dengan mayat-mayat kelabu
aktor sebuah naskah peradilan yang ditulis seadanya.

Rebahlah berbantal sebelah lenganku, Ibu Pertiwi
bermimpilah tentang masa silam yang memilih untuk tenggelam
sampai kelak akan kubangunkan lagi jasadmu
diwaktu sang Gajah Mada perkasa terlahir kembali
di hamparan bumimu yang abadi …

Jogja, Februari ‘11
A. Robitul Wafa

DOWNLOAD EBOOK GRATIS | NOVEL GRATIS INDONESIA TERLENGKAP: Koleksi novel Tere Liye

DOWNLOAD EBOOK GRATIS | NOVEL GRATIS INDONESIA TERLENGKAP: Koleksi novel Tere Liye: "Koleksi novel Tere Liye Bidadari-Bidadari Surga.pdf Download ebook Hafalan Shalat Delisa.zip Download ebook Moga Bunda Disayang Alla..."